Manusia Pembelajar

Bila mendengar istilah ini, langsung keinget sama kaderisasi kuliah di akhir tingkat satu. saya sebetulnya gak terlalu peduli dengan materi yang disampaikan oleh senior pengkader, semua itu hanya terkesan sebagai formalitas, keikutsertaan saya di kaderisasi hanya untuk bisa lebih berkenalan, bersosialisasi dengan teman-teman baru. sebetulnya bukan materinya yang tak penting, namun bagi saya materi yang berkaitan dengan sosial, akhlak, dan tingkah laku sulit untuk diberikan hanya dengan teori dan ajakan. harus ada praktek, dan contoh untuk itu.

Ingat pelajaran PMP atau PPKN sewaktu masih SD dulu? entah sd sekarang masih diajarkan atau tidak, tapi dulu saya belajar tentang pelajaran gotong royong, kerja bakti, musyawarah, dll. ataupun pelajaran agama tentang akhlak. semua materi itu penting, sangat penting bahkan, sayangnya yang saya rasakan materi tersebut hanya diajarkan untuk dihapalkan, menjawab pertanyaan ulangan dengan jawaban perilaku baik ‘hanya’ untuk mendapatkan nilai bagus, dan seakan-akan guru cukup puas untuk menilainya dari nilai hasil ulangan. anak sd yang polos mungkin akan menangkap pelajaran tersebut dan mengingat perilaku baik yang harusnya dilakukan, namun seberjalannya waktu mereka menemukan banyak ketidakidealan dalam ilmu yang mereka dapat. saat mereka tidak menemukan atau sedikit menemukan orang yang menerapkan ilmu tersebut, seringkali ilmu itu diabaikannya.

Ilmu-ilmu tersebut butuh contoh, bukan sekedar hapalan. contoh baik untuk ditiru.

Pilihan berganda

Kamu sudah berjanji untuk bertemu temanmu di toko buku jam 1 siang. kamu sedang di rumah dan waktu menunjukan jam 12 siang, kamu tahu bahwa perjalanan menuju toko buku membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Apa yang akan kamu lakukan untuk menepati janjimu :

a. segera bergegas menuju toko buku agar tidak telat dari waktu perjanjian

b. kamu merasa temanmu akan telat dari waktu perjanjian sehingga kamu pun pergi telat juga karena tidak mau menunggu temanmu yang mungkin telat

c. bersantai-santai dulu di rumah kemudian pergi, tidak masalah telat dari waktu perjanjian asalkan nanti minta maaf

d. tiba-tiba kamu malas pergi, membuat alasan dan meminta maaf tidak bisa datang

e. kamu tidak merasa berjanji sehingga tak perlu datang ataupun minta maaf kepada temanmu

f. Sebetulanya kamu ingin sekali menepati janjimu datang tepat waktu, namun karena harus melakukan ‘ini-itu’ terlebih dahulu kamu terlambat datang dan meminta maaf.

g. tiba-tiba kamu ada keperluan yang lebih penting, kamu tidak berjanji karena ‘hanya’ mengatakan “Insya Allah”, cukup meminta maaf dan temanmu akan mengerti kondisimu

h. … (silahkan isi sendiri)

saya tau bahwa telat masuk kantor adalah hal yang salah dan tidak baik, tapi toh saya tetap sering telat masuk kantor dan terkadang tidak merasa bersalah. ternyata bukan hanya saya yang telat masuk kantor dan merasa tidak bersalah.

Saya tau bahwa telat masuk kuliah itu tidak baik, tapi toh dulu saya sering telat masuk kuliah dan terkadang tidak merasa bersalah malah tak jarang datang telat dengan sengaja.

Saya sadar menggunjing itu tidak baik, tapi seringkali terlupa, terbawa suasana saat seseorang mulai membicarakan orang lain.

beberapa teman saya sadar bahwa merokok itu membahayakan kesehatan (dan mungkin sebagain besar perokok juga menyadari itu), tapi toh mereka tetap saja merokok, seakan-akan tidak memperdulikan kesehatan mereka sendiri.

Banyak hal yang mungkin sebagian besar orang sadar bahwa hal tersebut salah, tapi toh mereka tetap melakukannya. bahkan mungkin sebagian orang sudah menganggap hal tersebut bukan kesalahan karena sudah ‘lumrah’ di masyarakat. sebagian sadar dan berusaha keras untuk memperbaikinya, sebagian lagi baru sekedar ingin memperbaikinya tapi dengan usaha yang kecil baru bisa mengingatkan orang lain ataupun menjadi bahan refleksi yang sama dari tahun ke tahun.

Kesalahan besar saat sadar melakukan kesalahan yang sama namun tak punya niatan untuk merubahnya sehingga menjadi kebiasaan buruk.

Tulisan ini hanya akan menjadi ‘tulisan sampah’ saat saya sebagai penulis tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk menghapus kebiasaan buruk. tidak mudah memang, sangat tidak mudah. dibutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk merubahnya.

Manusia pembelajar, orang yang selalu belajar untuk membuatnya menjadi lebih baik. orang yang belajar dari kesalahan, karena itulah guru terbaiknya.

 

– ditulis oleh orang yang sering melakukan suatu kesalahan yang sama sehingga menjadi kebiasaan buruk.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s