Mr. D

Tak terasa telah satu tahun yang saya menjalani pekerjaan saat ini, banyak ilmu dan pengalaman dari banyak orang dalam pekerjaan ini.Ilmu itu emang bisa datang kapan aja dimana aja dari siapapun tanpa melihat batasan usia, pangkat, maupun status sosial. Begitu pula dengan Mr. D seseorang yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini. Saya sebut Mr. D dalam tulisan ini sesuai dengan inisial nama beliau.

Usianya kini telah menginjak 67 tahun, usia yang sudah terbilang tua untuk melakukan berbagai aktivitas. Beliau adalah pensiunan dari kantor tempat saya bekerja namun tak jarang kami (my office) masih meminta bantuan beliau dalam melaksanakan pekerjaan. Pekerjaan yang kami lakukan ‘memaksa’ kami untuk berkeliling Indonesia, menuju daerah – daerah terpencil di Indonesia. Dan di usianya tersebut beliau diminta bantuan untuk pekerjaan kami di Pulau Tioor, suatu pulau di Maluku bagian tenggara, disanalah pertemuan saya pertama kali dengan Mr. D.

Pulau Tioor, butuh satu tulisan khusus untuk menceritakan tempat ini. Singkat kata, tempat terisolir dengan 2 hari 2 malam perjalanan, tiada dermaga, tiada sinyal komunikasi, tiada listrik (awalnya, tentunya setelah kami kesana sudah ada listrik). Perjalanan yang panjang, singgah di beberapa pulau kecil kau akan bisa menikmati pemandangan alam maluku yang indah, suasana masyarakat kepulauan, suasana yang tak banyak ditemukan di Pulau Jawa.

Kenyataannya kondisi geografis yang begitu sulit ini membuat  banyak orang kami yang tak betah disana ataupun tak mau untuk dikirim lagi kesana. Tapi berbeda halnya dengan Mr. D, diusianya yang sudah cukup senja, beliau masih bersedia untuk ditugaskan kesana walaupun untuk berkali-kali dan dalam jangka waktu yang lama, meskipun harus menjalani perjalanan 3 hari 3 malam di dalam kapal, meskipun hanya tidur beralaskan tikar, menu makan yang hampir sama setiap harinya (ikan dan mie instan), meskipun mengetahui kondisi sosial masyarakat yang kulturnya cukup berbeda dengan di pulau jawa.

Ah tentu saja di usianya  tersebut telah banyak pengalaman yang telah dialami. Seluruh provinsi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke telah beliau kunjungi,

“Cuma pontianak aja Ris, ibukota provinsi yang belum pernah bapa injek mah”, beliau bercerita.

Beliau sering kali bercerita tentang pengalamannya dalam perjalanan berkeliling Indonesia, cerita tentang bagaimana masalah-masalah yang terjadi dan solusi yang akhirnya beliau ambil dengan kondisi yang serba sulit. seringkali memang masalah yang terjadi lebih kepada masalah sosial dan itu jauh lebih memusingkan dibandingkan masalah teknis.

Suatu hari saya mengajak beliau ke pulau tioor. Saat kami masih dalam perahu menuju kesana (sudah dekat pantai), warga sekitar yang melihat ada Mr. D bersama saya tiba-tiba mulai ribut kegirangan memanggil warga yang lain dan berkumpul menunggu kedatangan kami (tepatnya Mr. D). sesampainya disana Mr. D langsung disambut oleh puluhan warga yang kegirangan, bagaikan seorang raja yang disambut oleh warganya ataupun artis yang disambut oleh fansnya. saya sungguh terkesan dengan beliau, sebelumnya beliau telah berada di pulau tioor selama 3 bulan dan selama itu beliau berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar dengan sangat baik.

Suatu saat saya pernah berkata kepada beliau, “pa, bapa teh atos umur 67 tapi katingalina masih sehat bugar, masih mau deuih abi ajakan ka tior padahal biasana mah umur sakitu teh tos istirahat weh di bumi, salut abi mah ka bapa.” (Pa, bapak umurnya sudah 67 tahun tapi masih terlihat sehat dan bugar, masih mau saya ajakin ke tior padahal biasanya umur segitu sudah istirahat di rumah, salut saya sama bapa). sambil tersenyum beliau menjawab,

“Ris, gini. ini kan kita pekerjaan untuk berbuat baik, bapa niatkan untuk ibadah. segala sesuatu pekerjaan kalau untuk ibadah bapa mah laksanakan. kan ada 3 hal yang akan terus mengalir setelah kita mati : nu pertama amal jariah, nu kadua ilmunu bermanfaat, dan terakhir doa dari anak yang shaleh.”

mendengar jawaban itu saya hanya bisa tersenyum. Terima kasih ya Allah, Kau telah mempertemukanku dengan orang seperti beliau agar aku bisa belajar darinya. Alhamdulillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s