Mengenal Sel Surya

Pernahkah anda mendengar sel surya atau solar cell atau photovoltaic? rasanya sel surya bukan hal yang asing untuk sebagian orang terutama anda yang berkecimpung atau tertarik dengan bidang energi. tentunya anda tau bahwa sel surya adalah benda yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik, oleh karena sel surya menjadi salah satu alternatif energi.

Sumber energi sel surya berasal dari matahari yang dengan baik menyinari bumi ini secara gratis setiap harinya. karena energi matahari yang selalu ada teknologi sel surya ini disebut sebagai renewable energy atau energi terbarukan. Selain itu sel surya juga dikenal sebagai teknologi yang ramah lingkungan, hal ini karena selama proses konversi energi dari radiasi matahari menjadi energi listrik tidak ada emisi yang dikeluarkan yang berbahaya bagi lingkungan.

Sel surya sendiri baru mulai populer di akhir abad ke-20 padahal penelitian sel surya sudah dimulai sejak abad ke-19. Bermula pada tahun 1839 ketika Alexander Edmund Becquerel (1820-1891), peneliti muda yang menemukan efek photovoltaic yaitu cahaya matahari yang mengenai suatu elektroda dalam larutan konduktif dapat menghasilkan arus listrik [1]. Penelitian ini memancing peneliti lain untuk mengamati efek photovoltaic pada berbagai material. Albert Einstein turut berperan dalam penelitian sel surya dengan menerbitkan papeer yang menjelaskan efek photoelectric [2]. Perkembangan sel surya modern bisa dibilang baru dimulai pada tahun 1954 ketika Bell dan RCA Labs menemukan tipe semikonduktor baru, berbahan silikon dan germanium, yang memiliki efisiensi yang lebih besar (dibanding semikonduktor sebelumnya) dalam mengkonversi energi matahari menjadi listrik [2-3]. bahan silikon menjadi bahan baku yang saat ini banyak digunakan untuk pembuatan sel surya.

Sel surya mulai diaplikasikan pada satelit bumi pertama, USSR Sputnik, yang diluncurkan pada tahun 1957. Di tahun 1962, satelit telekomunikasi komersial pertama, Telstar, mengikuti jejak USSR Sputnik dengan memanfaatkan sel surya sebagai sumber listriknya. Di awal tahun 1970an penggunaan sel surya sebagai sumber energi satelit menjadi hal yang biasa namun penggunaan sel surya sebagai pembangkit listrik di permukaan bumi masih sulit dilaksanakan dikarenakan harganya yang saat itu masih sangat mahal [3].

Satelit Telstar

Isu global warming dan kesadaran dunia akan kebutuhan energi yang ramah lingkungan dibarengi dengan isu cadangan minyak dunia yang terus berkurang dan harga minyak yang secara perlahan terus naik, membawa angin segar pada perkembangan dan pemanfaatan sel surya. Pemanfaatan sel surya bisa dilihat pada learning curve akumulasi produksi sel surya di bawah ini.

Learning curve for acumulative PV production

learning curve di atas di plot dengan skala logaritmik, antara harga sel surya per Watt peak dengan produksi akumulatif sel surya dalam Watt peak dari tahun 1987-2009. trend harga yang semakin turun tiap tahunnya (seperti terlihat pada grafik di atas), membawa optimisme bahwa nantinya sel surya akan menjadi pembangkit listrik masa depan.

Dan begitulah kira-kira pengenalan singkat tentang teknologi sel surya. Dalam pemanfaatannya, banyak hal yang perlu diperhatikan. Pembahasannya tunggu tulisan berikutnya ya, hehe😀

***

source :

[1] http://www.solar-power-made-affordable.com/solar-power-history.html

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_solar_cells

[3] Paul A. Lynn. Electricity from Sunlight : An Introduction to Photovoltaics, John Wiley & Sons, Ltd : London (2010).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s