Pengeras Suara

Ini adalah cerita dari seorang senior saat kami sedang bersantai. senior saya ini sudah akan pensiun, tentunya dia telah mengalami sangat banyak pengalaman. dan baginya cerita ini salah satu yang mengharukan bagi dirinya. sebut saja dia Mr.J.

***

Dulu, udah agak lama saya lupa tahun kapan, Mr.J menjalankan suatu proyek untuk membangun solar home system di suatu pulau. proyek ini merupakan salah satu program pemerintah saat itu yang masih dipimpin oleh Presiden Soeharto. Mr.J ditempatkan di suatu pulau kecil di kepulauan Maluku (saya lupa namanya), suatu pulau kecil yang sama sekali belum merasakan listrik. Pulau ini masih menggunakan lilin ataupun cublik untuk penerangan disaat malam.

Mr.J mengerjakan proyek itu seorang diri di pulau itu, rekannya yang lain pun sama namun di pulau yang berbeda. Awalnya tentu Mr.J belum mengenal banyak warga pulau itu, jarang sekali ada interaksi. Suatu ketika memasuki waktu shalat, Mr.J datang ke mesjid dan mendapati bahwa tidak ada makmum yang ada hanyalah sang muadzin yang sekaligus menjadi imam, hanya sendiri. hari-hari berikutnya Mr.J mendapati memang tidak ada makmum yang datang ke mesjid dan bingung kenapa warga disini tidak ada yang mau datang ke masjid.

Suatu saat Mr.J menyadari sesuatu, warga tidak mendengar suara adzan dan tidak ada yang pergi ke Masjid. Hal ini ternyata dikarenakan tidak adanya pengeras suara atau toa. Menyadari hal tersebut, Mr.J pun berlayar ke pulau sebrang yang sudah lebih modern, dia mencoba mencari pengeras suara untuk di Masjid. Pengeras suara pun ditemukan, namun harganya tidaklah murah. Mr.J pun berpikir ulang,

“beliin ga ya? klo saya beli ini pengeras suara, uang pj saya habis, ga bisa bawa oleh-oleh buat di rumah. tapi klo ga saya beliin kapan lagi ada kesempatan kaya gini, abis beres project mungkin saya ga kesini lagi.”

Dan akhirnya Mr.J memutuskan untuk membeli pengeras suara walau harus menguras banyak uang di kantongnya. Dia kembali lagi ke pulau membawa pengeras suara yang telah dibelinya. Memasuki waktu shalat, Mr.J memberikan pengeras suara ke sang muadzin. sang muadzin pun kebingungan …

muadzin : ini pengeras suara darimana pa?

Mr.J : udah pake aja, ini buat di Masjid ini.

muadzin : yang bener pa?

Mr.J : iyaa pake aja, biar suara adzan bisa kedengar ampe luar.

Suara adzan pun dikumandangkan, menggunakan pengeras suara untuk pertamakalinya. Suara adzan berkumandang di pulau kecil itu, warga kebingungan, ini pertamakalinya mereka mendengar adzan ini berkumandang. mereka penasaran dan mencari tau sumber suara ini sehingga banyak warga yang berdatangan ke Masjid. Mr.J pun tersenyum, dia senang melihat banyak warga berdatangan walau awalnya hanya penasaran dengan suara adzan yang berkumandang. Mr.J mengajak para warga untuk shalat berjamaah. warga yang awalnya kebingungan pun ikut shalat berjamaah. Semenjak itu setiap adzan berkumandang, masjid selalu ramai dikunjungi warga untuk menunaikan shalat. bahkan mulai ada pengajian untuk anak-anak.

Pembangunan Solar Home System pun akhirnya rampung dikerjakan. Untuk menutup pekerjaan ini dilakukanlah peresmian yang mengundang Gubernur setempat dan beberapa pihak lainnya. Saat itu adalah untuk pertama kalinya sang gubernur menginjakan kaki di pulau tersebut. Dan seperti peresmian pada umumnya sang gubernur memberikan sambutan manis. Peresmian selesai, gubernur beserta para undangan lainnya bergegas pulang begitu pula dengan Mr.J. Setelah peresmian, saat akan pulang,  Mr.J diangkut dan diarak oleh warga setempat mereka berterima kasih kepada Mr.J.

Saat dalam perjalanan pulang (perahu), sang gubernur bertanya kepada Mr.J, ko mereka malah berterima kasih ke kamu padahal saya yang ngasih itu solar home system. dan Mr.J menjawab, “mungkin karena saya sudah cukup lama tinggal disana dan sudah dianggap saudara”, dalam hati Mr.J yakin bahwa warga berterima kasih karena pengeras suara yang dia berikan. sebuah pengeras suara yang membuat kebiasan baru di pulau itu..

3 thoughts on “Pengeras Suara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s