LPJ

kemarin (sabtu, 101012) ada Laporan PertanggungJawaban BP HME 2010/2011, saat dimana para badan pengurus mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka kerjakan selama setahun kepengurusan mereka. disini saya tidak akan membicarakan tentang itu dan saya juga bukan badan pengurus 2010/2011 melainkan badan pengurus tahun sebelumnya, tapi disini saya ingin membicarakan hal lain dari LPJ ini.

Flash back ke beberapa tahun yang lalu, dimana LPJ BP hanya berisi dari pertanggungjawaban tiap kementrian yang ada di bp itu, namun sekarang sudah ada sedikit perubahan, di hari lpj ini dilakukan lpj dari setiap elemen yang ada di hme, jadi selain dari bp ada juga pemaparan dari 3 divisi, senator, dan mpa serta lpj acara dies. dan intinya saya ingin memanfaatkan moment ini, untuk pertanggungjawaban tentunya.

Jadi flashback ke beberapa hari yang lalu, saya secara khusus meminta ke Moo (sang kahim) untuk memberikan slot waktu buat Palapa ikut presentasi. disini saya ingin mempertanggungjawabkan jabatan yang selama ini membuat saya risih dengan panggilannya. ya, ketua Palapa 3 hme…  risih disini maksudnya saya emang ga suka dipanggil ketua, bahkan kadang2 suka ngambek ga jelas klo dipanggil gitu, contoh percakapannya kaya gini,

temen : “yoiii, ketua Palapa..”

saya : “Apa sih!!”

temen : “lah, lo kan emang ketua Palapa, ma”

saya : (diem, kesel sendiri)

ya begitulah, emang sayanya aja kali ya yang agak aneh. soalnya, asa gimanaaaa gitu klo ngedenger sebutan itu ke saya,, ngerasa ga pantes aja sih jabatan sehebat itu melekat ke diri ini. jujur aja ni ya terkadang saya sering kepikiran, saya itu di rumah bisa dibilang masih manja; baru bener2 mengenal organisasi pas kuliah, ampe smp ga pernah ikut kegiatan ekstrakulikuler, pas sma juga paling banter ikut kepanitiaan itu pun ga benar2 memahami fungsinya apa, bantu2 doank lah istilahnya; dulu sempet ikut kepanitiaan tapi ‘kabur’ di tengah jalan gara2 ga sesuai dengan keinginan; saya ini orangnya moody banget, klo ga ada yang nyemangatin udahlah kandas; pernah jadi kadiv tapi kerjaannya berantakan; plegmatis; belum bisa ngatur waktu dengan baik; penyakit malesnya udah lumayan akut; belum pernah jadi ketua dan memang selalu menghindari jabatan itu, eh sekalinya jadi ketua langsung acara gede; dan terakhir saya sering mikir bahwa sebenernya di tempat ini (hme), dari segi kemampuan organisatornya masih banyak yang jauh lebih pantas dan mampu memegang amanah ini dibanding saya..

mungkin teman2 sekolah saya di sma bakal terheran2 klo saya , yang mungkin mereka anggap ‘ansos’ ini, jadi ketua acara kaya beginian. mungkin, karena saya juga ga pernah kepikiran ampe kaya gitu. ya gimana mau mikirin, organisasi itu apa juga ga tau,, hehe..

ya tapi apa mau dikata, nasib berkata lain, akhirnya saya diamanahi sebagai ketua yang ditentukan secara musyawarah. haha sial, kepilih juga akhirnya. lebih sialnya lagi saya diamanahinya di semester akhir,, jaman2nya (normalnya) sibuk ngerjain tugas akhir.

back to topic, tentang lpj, jadi di momen ini saya ingin benar2 menceritakan apa yang telah saya selama menjabat ketua dalam kegiatan Palapa ini. ingin rasanya orang2 yang telah mengamanahi saya jadi ketua ini menilai kinerja saya selama ini. “hey, ini kinerja saya lho, orang yang kalian amanahi jadi ketua, begini loh hasilnya”. walau bagaimanapun hal terbesar yang membuat saya mau menjalankan amanah ini adalah kepercayaan. rasa percaya menimbulkan rasa tanggung jawab yang besar dalam ini, tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik, perasaan untuk tidak mengecewakan apa yang telah dipercayakan. dan itulah yang menyebabkan lpj ini penting bagi saya. simpelnya sih “biar tenang, ga ada rasa yang mengganjal”, begitulah. namun diluar itu, saya juga sebenernya ingin tau penilaian orang tentang kinerja saya ini, karena itu bisa menjadi pelajaran berharga untuk saya kedepannya.

Secara umum, saya cukup puas dengan apa yang telah saya kerjakan. banyak perubahan dan perbaikan yang telah dilakukan dalam berbagai hal. dan tentu hal tersebut tidak saya lakukan sendiri. teman-teman disini luarbiasa, itu jauh lebih memudahkan saya dalam menjalankan amanah ini.

secara khusus, sejujurnya saya masih kurang puas. kurang puas karena tau pada saat saya lulus kegiatan ini belum selesai. kurang puas karena terlalu banyak mimpi untuk kegiatan ini namun belum bisa selesai. kurang puas karena harus meninggalkan tim ini. namun kenyataannya setelah lulus ada prioritas lain yang lebih diutamakan dan kekuranganpuasan ini harus rela saya serahkan untuk diteruskan oleh sang penerus. Harapan saya semoga mimpi-mimpi saya disini terselesaikan..

Ya, walaupun di awal saya sempet berkata “haha sial, kepilih juga akhirnya”, tapi selama menjalani ini, saya benar2 bersyukur diberi kesempatan ini. banyak pembelajaran yang  didapat oleh si ‘lemah’ ini untuk menjadi ‘koeat’.

LPJ telah selesai, tapi tanggung jawab moril harus tetap berjalan..
semoga mimpi-mimpi ini bisa terwujud..
Aamiin..

One thought on “LPJ

  1. haha iya ma sama, gw juga kesel kalo ada yg ngmng “yoi kahim”,. sama kayak lo alasan gw gasuka dipanggil begituan,.haha sukses bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s