Ketupat lebaran

ketupat lebaran,,

makanan ini sudah menjadi tradisi yang ada pada saat lebaran bagi sebagian besar masyrakat muslim di Indonesia. ketupat ini bisa dibilang pengganti nasi, sedangkan lauknya bisa bermacam2, bisa opor, rendang, sambel goreng ati/kentang, dll. biasanya sih tiap daerah punya makanan khas tersendiri untuk disajikan di hari kemenangan.

begitu juga yg terjadi di keluarga saya. setiap menjelang hari raya, tepatnya H-1, sudah menjadi tradisi tersendiri untuk membuat ketupat lebaran.

dulu saat saya masih kecil (SD), saat almarhum kakek saya masih hidup, beliau suka membuatkan saya bungkus ketupat dengan bentuk yang unik, jadi bentuknya bukan belah ketupat tapi bentuk lain dan unik. dan tentunya saya sangat senang dengan itu😀. setelah beliau meninggal tidak ada lagi bungkus ketupat unik untuk saya😦

dulu ketupat dibuat oleh ayah saya seorang diri, mulai dari membuat bungkus ketupat, mengisi beras ke dalam ketupat, sampai memasak ketupat hingga masak. dan waktu itu yg saya lakukan adalah hanya melihat, saya sih seneng2 aja waktu itu.

saat smp, ayah sudah mulai terkena stroke. walau sakit tapi beliau masih membuat ketupat, bedanya sekarang bungkus ketupat tidak lagi dibuat sendiri melainkan beli jadi dari pasar, jadi tinggal masukin beras dan dimasak.

entah sejak kapan (mungkin smp akhir atau sma awal), saya mulai bantu2 ayah untuk memasukan beras ke dalam bungkus ketupat. dulu saat pertama kali ngisi itu bungkus, kirain tinggal masukin aja berasnya mape bungkusnya penuh, namun ternyata tak semudah itu. untuk mendapatkan ketupat yang bagus, isinya jangan terlalu banyak karena akan membuat ketupat menjadi keras tapi jangan juga terlalu sedikit nanti bentuknya ga bagus. klo kata ayah sih, beras yg dimasukan cukup sepertiga bungkus ketupat.

dulu saat rumah saya belum pindah ke tempat sekarang, kami memasak ketupat tidak menggunakan kompor melainkan pakai kayu bakar (kompor sih ada tapi dipakai mamah buat masak yg lain). kata ayah sih katanya biar lebih enak. dulu, kayu bakar kami dapat dari pedagang buah2an yang berjualan di depan rumah kami (depan rumah saya yg dulu adalah pasar tumpah, jadi banyak pedagang). karena dimasak dengan kayu bakar, setiap kayu bakar di perapian mulai habis kayu bakar yang baru harus dimasukan. dan ternyata bahkan untuk memasak dengan kayu bakar pun ada tekniknya biar kayu yang dihasilkan bagus dan kayu bakar tidak terbakar habis dengan percuma. saat itu saya dengan setia selama kurang lebih 8 jam, menjaga perapian agar tetap menyala dengan baik. oh iya, sebenernya masak ketupat ga harus ape 8 jam, karena 2 jam atau 3 jam saja sudah cukup untuk membuat ketupat masak. tapi klo kata ayah saya sih semakin lama ketupat dimasak maka ketupat akan bisa lebih bertahan lama (awet). dengan lama memasak hingga 8 jam, biasanya ketupat yang kami masak bisa bertahan 3 hari, atau 4 hari klo dimasak kembali.

entah sejak lebaran kapan, yg jelas setelah pindah dan saya masuk kuliah, setelah kondisi ayah saya tidak lebih baik dari sebelumnya, urusan membuat ketupat beralih tangan kepada saya. sebenernya ga murni saya sendiri karena dibantu oleh ibu saya tercinta. bungkus ketupat tentu saja beli karena saya ga bisa buat. jadi kerjaan saya hanyalah memasukan beras ke dalam bungkus ketupat dan memasaknya. oh iya beras yang dimasukan ke dalam bungkus ketupat adalah beras yang telah dicuci diberi bumbu perasa dan diberi “apu”. apakah anda tau apa itu “apu”? sejujurnya saya juga kurang begitu tau, yg saya tau itu itu seperti suatu liquid berwarna putih. kata si mamah sih itu yang bikin awet tapi itu bahan alami. nah yang ngurus masalah beras ini ibu saya, saya sih tinggal masukin aja. setelah semua beras dimasukan baru deh dimasak. nah buat masak ketupat ini kami ga pakai air putih. kami menggunakan air berwarna hitam. ya, airnya berwarna hitam. air hitam ini berasal dari pare yang dibakar. kemudian pare yang dibakar ini dicampurkan ke dalam air putih kemudian air tersebut disaring sehingga menghasilkan air berwarna hitam. kemudian ketupat dimasak sekitar 6-8 jam di dalam panci. sekarang masaknya ga pake kayu bakar lagi tapi pake kompor (disini susah nyari kayu bakar). akan ada saat air di dalam panci mulai berkurang saat dimasak, nah saat itu terjadi air harus ditambah agar semua ketupat dalam panci bisa terebus semua. dan setelah 6-8 jam dimasak, ketupat yang masak diangkat dan ditiriskan dan siap untuk disajikan,, hehe..

hingga saat ini hal itu tetap berlanjut, dan kini seperti yang saya lakukan dulu waktu kecil, adik saya (yg paling kecil,cewe) suka ngeliatin klo saya lagi masukin beras ke bungkus ketupat. bahkan tadi pagi, dia ikut masukin beras ke dalam bungkus ketupat. dan setiap dia selesai memasukan, dia langsung meminta saya mengecek ketupatnya, udah bener apa belum. dan hasilnya memang ga selalu pas, kadang kebanyakan, kadang kedikitan, tapi kadang2 pas juga. ya lumayanlah ada yang bantuin walaupun agak berantakan,, haha..

sekarang ketupatnya udah jadi, enak loh, ga boong..

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Mohon maap lahir dan batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s