Palapa II HME : PLTS untuk pengembangan desa

Palapa HME ITB adalah suatu kegiatan community development dari sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) ITB. Palapa HME yang mengambil tema pengembangan desa mandiri berbasis energi terbarukan telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Pikohydro sebesar 2,5 kW di Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut. Palapa HME yang telah diresmikan pada 21 Februari 2009 oleh Rektor ITB saat itu yang kini telah menjadi kepala Dirjen Pendidikan Tinggi yaitu Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso M.Sc. Kini Pembangkit Pikohydro dikelola oleh Palapa Jaya yang merupakan kepanitian yang semuanya berasal dari warga.

Setelah selesai dengan Palapa I, HME ITB kembali melaksanakan kegiatan serupa yaitu Palapa II HME ITB. Masih mengambil tema yang sama, Pengembangan Desa Mandiri berbasis Energi Terbarukan, Palapa II melakukan beberapa pengembangan dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Kegiatan Palapa II dilaksankan tidak jauh dari desa Palapa I yaitu di desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut. Desa Mekarwangi belum merasakan listrik PLN dan selama ini warga menikmati listrik dari turbin air yang dimiliki oleh saah seorang warga. Namun  kondisi PLTA yang dimiliki warga kurang baik sehingga kualitas listrik yang dihasilkan kurang baik dan kegelapan masih melanda warga desa Mekarwangi setiap malamnya.

Berbeda halnya dengan Palapa I yang membangun Pembangkit Pikohydro pada Palapa II pembangkit listrik yang dibangun merupakan pembangkit listrik tenaga surya. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun terdiri dari panel surya, PV controller, batere, dan inverter. Sistem kerja dari PLTS yang dibangun dapat dilihat dari gambar di bawah. Sel surya mengubah energi dari panas matahari menjadi energi listrik.

PLTS yang dibangun memiliki daya 1000 Wp yang terdiri dari 10 panel surya yang masing-masingnya sebesar 100 Wp. Sel surya yang digunakan berjenis Monocrystalline 100/12/M.

Tabel 1 Spesifikasi Sel Surya

Daya 100 Wp
Voc 21,4 V
Vmax 17,6 V
Imax 5,68 A
Isc 6,38 A
Dimensi 1250 x 808 x 35 mm
Berat 12,5 Kg

Kesepuluh panel surya dipasang di atap mesjid dan diposisikan agar mendapat cahaya matahari yang maksimal. Besarnya keluaran sel surya (PV) berubah-ubah tiap waktunya. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang didapat sel surya setiap saat berubah-ubah juga. Keluaran yang berubah-ubah tidak baik bila langsung dicharge ke batere karena akan menyebabkan menurunnya kualitas batere. Untuk menghindari hal tersebut digunakanlah PV controller.

gambar 1 Pemasangan Panel Surya

PV controller mengatur pengisian batere dengan menjaga tegangan keluaran yang konstan. Tegangan keluaran diatur sehingga sama dengan tegangan nominal charging batere. Fungsi lain dari PV controller adalah menghentikan charging saat batere dalam kondisi full. Hal ini penting untuk mencegah adanya overcharging pada batere yang dapat mempercepat umur batere.

gambar 2 Modul Kontroller

Batere yang digunakan untuk penyimpanan energi berupa aki kering. Pemilihan aki kering dilakukan agar perawatan batere lebih mudah dan tidak cepat rusak. Walaupun aki basah lebih murah dibanding aki kering namun aki basah tidak dipilih karena perawatannya yang sulit dan mudah rusak bila perawatan tidak dilakukan dengan baik.

gambar 3 Batere

Batere yang digunakan sebanyak 4 dengan kapasitas 127 Ah dan tegangan nominal 12 V. Listrik dari batere berupa tegangan DC (searah) harus diubah terlebih dahulu menjadi tegangan AC (bolak-balik) melalui inverter. Listrik yang dihasilkan dari PLTS ini tidak digunakan setiap saat. Penggunaan listrik hanya digunakan pada jam 17.00 – 22.00 atau siang hari pada saat ada acara seperti pengajian.

gambar 4 Foto bersama warga saat penyalaan pertama

Selain pembangunan dalam bidang energi dalam hal ini pembuatan PLTS, tim Palapa II juga melakukan pengembangan di bidang ekonomi dan pendidikan. Dalam bidang ekonomi, tim Palapa II membuat peternakan ayam yang disebar di 4 RT. Di bidang pendidikan, tim Palapa II membuat “Rumah Baca Palapa” yang berisi buku-buku tentang pelajaran sekolah (SD, SMP, SMA), pertanian, peternakan, dll. Palapa II telah berakhir dan telah diresmikan pada 19 Mei 2010 oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka.

Tim Palapa bekerjasama dengan Rumah Amal Salman ITB untuk menjadikan Desa Jayamukti dan Desa Mekarwangi yang menjadi lokasi Palapa I dan II menjadi salah satu “kampoeng bangkit” Rumah Amal Salman ITB untuk memantau dan terus mengembangkan desa tersebut setelah kegiatan Palapa berakhir. Kegiatan Palapa I dan Palapa II HME ITB disponsori oleh PT Chevron Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s