Survey ke-3 : Bojonggambir (versi mobil)

mungkin ada yang bertanya,,
survey apaan nih?
ko udah yg ke-3 aja, ke-1 ama ke-2 nya kapan?
bojonggambir, dimana tuh? tau tempatnya darimana?

okey,, jadi begini ceritanya…

Survey ini merupakan salah satu kegiatan pengmas untuk mencari desa yang nantinya akan menjadi lokasi HME masuk desa sekaligus menjadi desa palapa 3. setelah proses yang lama dalam pencarian data lokasi desa-desa akhirnya melakukan survey langsung. survey pertama ke sumedang, survey ke-2 ke Garut, dan survey ke-3 ke Bojonggambir. klo mau tau darimana kita tau bojonggambir,, silahkan tanyakan kepada Ananda Ichsan Mulia Permata atau Choki Sihotang.

Minggu, 8 Agustus 2010

jarkom sehari sebelumnya :
“Pengmas kt k tasik hr minggu. ada mbil ijul tp blm ad suir. Mhn dcri brsama thx parah.”
“Oi champ,besok yg mau ikut ke tasik kumpul jam 06.30 di hme ya..Langsung brgkt lho,, jangan telat.. Ada yg bisa jadi drivernya gak?pake mobil ijul,, konfirm yo!!”

itulah 2 message yg masuk ke Hp saya. karena kumpul jam 06.30 pagi maka saya niatkan untuk nginep di HME biar besoknya ga telat dateng. esoknya (hari minggu), seperti biasanya jam kumpul di jarkom merupakan jam kedatangan orang pertama (bukan orang terakhir seperti yg seharusnya). Akhirnya sekitar jam 7 semua yg mau ikut telah datang semua :

Agil (sang menko), Zaki (sang mentri), Ade (sang PJS menko), Pedca (sang PJS senator), Bistok (sang simbol pengmas, hidup BISTOK), Bintang (sang tamu kehormatan,, driver), Pambudi (sang kahim), dan saya sendiri (sang parasit).

keberangkatan sedikit terhambat ketika ijul yg mobilnya akan dipake sulit dihubungi. karena sampai jam 8 belum ada kabar dari ijul akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan mobil bintang (5 orang) dan satu motor (2 motor). karena kami ber-8 dan transport hanya cukup untuk 7 orang akhirnya pambudi mengalah untuk tidak ikut rombongan. Akhirnya kami pergi sekitar jam stgh 9 setelah sebelumnya ditraktir makan oleh sang kahim kita (tenang2,, ini beneran ditraktir, bukan ngutang dulu).

Pemberhentian pertama : Masjid Agung tarogong, Garut
tiba, motor jam 11.00, mobil jam 11.15. disini kami beristirahat dulu, sholat, dan menikmati es goyobod.
Perjalanan dilanjutkan jam 12.30

Hal yang ditakutkan yg terjadi di 2 survey sebelumnya terjadi kembali di survey ke-3 ini,, Agil dan Zaki jatuh dari motor saat melewati tikungan yang banyak pasir (daerah taraju, Tasik). Alhamdulillah, tidak ada luka yang terlalu parah hanya luka ringan. karena Zaki mengalami luka, zaki pindah ke mobil dan yang di motor menjadi Agil dan bistok (hidup BISTOK!!). setelah bertanya-tanya (menunjukan arah dengan baik,, namun memberikan kisaran waktu/jarak yg ….), melewati jalanan panjang berliku, tanjakan, berlubang akhirnya Kami pun sampai di kantor Kecamatan Bojong Gambir Kabupaten Tasikmalaya jam 4.30 pm.

di kantor kecamatan kami menanyakan tentang desa di kecamatan bojonggambir yang menjadi tempat relokasi gempa dan katanya belum ada listrik. kami pun diberitahu bahwa ada desa yang memang kekurangan listrik yaitu desa cempakasari dan girimukti. pegawai kecamatan memberitahukan bahwa desa cempakasari berjarak 30 km lagi sedangkan desa girimukti tidak mungkin ditempuh dengan mobil. karena tidak ingin survey kali ini menjadi sia-sia, agil dan zaki (pake motor) pergi ke rumah lurah setempat untuk mencari informasi lebih detail lagi, sedangkan lainnya beristirahat lebih dulu.

Saat menunggu agil dan zaki, baru tersadar ternyata ban mobil (kanan depan) bocor. kami pikir untuk mempersingkat waktu, lebih baik kami yg di mobil menambal ban mobil dulu jadi saat zaki dan agil selesai dengan mencari informasi mereka bisa menyusul kami di tempat tambal ban. ternyata asumsi kami yang menggap bahwa agil dan zaki hanya sekitar satu jam dan jarak tambal yang dekat, SALAH. tempat tambal ban yang kami temui memang banyak tapi setiap kami ke tempat tambal ban,, mereka berkata disini mah ga bisa de, di depan sana ada. akhirnya kami menemukan juga temapat tambal ban yang bisa menambal ban mobil. saat itu jam stgh 6, perkiraan dimana agil dan zaki sudah selesai dengan urusannya ternyata salah, mereka masih menunggu sekertaris kecamatan yang lagi otw ke rumah lurah (tempat agil dan zaki). dengan berbagai pertimbangan :
– Agil dan Zaki terlalu rawan (jalan gelap, berliku, dekat jurang, dll) bila pulang setelah magrib karena naek motor.
– kami tidak bisa kembali ke atas (tempat agil dan zaki) dikarenakan bensin yg hanya cukup untuk pulang (di daerah sana ga ada pom bensin)

Diputuskanlah,, Agil dan zaki menginap disana dan kami (saya, bintang, bistok, pedca, dan Ade) pulang terlebih dahulu.

kisah mengenaskan di hari minggu

setengah 6 ketika kami menemukan tempat tambal ban,, setelah ban dicek ternyata bannya tidak bocor melainkan hanya kurang angin. okay,, masalah ban sekarang sudah beres, kami pun (yg naek mobil) pulang dengan sedikit informasi yang didapat sedangakan agil dan zaki menjadi pahlawan dengan menginap disana dan bisa mendapat informasi sebanyak-banyaknya. Mw bagaimana lagi, kami yg naek mobil ga mungkin ke atas lagi (maslaah bensin).

Perjalanan pulang sampai tarogong (tempat kami beristirahat sejenak untuk makan) berjalan lancar walaupun sebelumnya sempat nyasar bentar di kota Garut. Ketakutan saya akan macetnya jalan Nagreg ternyata benar2 terjadi. karena nagreg macet parah, polisi mengalihkan mobil-mobil ke arah majalaya dan salah satunya adalah mobil kami. jalan lewat majalaya lebih jauh namun saat nbagreg macet jalan ini merupakan alternatif yang sering di pake.

awal2 perjalanan kami lancar sampai pada akhirnya di tengah tanjakan yang curam, salah satu mobil di depan kami berhenti karena tidak kuat menyebabkan mobil2 dibelakangnya berhenti (termasuk kami). karena berhenti di tengah tanjakan menyebabkan mobil jadi sulit untuk menanjak. bebatuan pun digunakan untuk menahan ban belakang agar bisa menanjak kembali. mobil pun jalan kembali dengan sedikit asap yang keluar dari mobil. baru beberapa menit setelah mobil berjalan kembali, salah satu mobil di depan kami kembali berhenti dan otomatis membuat mobil kami berhenti kembali. dan kali ini walaupun batu sudah digunakan mobil hanya bisa bergerak ke kiri jalan. asap dari mesin banyak keluar dan suatu bau yang sangat menyengat muncul,, bau pertanda kopling mobil terbakar.

jam setengah 10 malam,, saat mobil kami berhenti kami terdiam di dekat mobil ditemani dua orang warga sekitar menunggu mesin mobil dingin dan mencoba kembali untuk naik. sejam kemudian mobil mencoba kembali naek, dengan bintang sebagai driver dan sisanya dibantu 2 orang warga mendorong mobil dari belakang. hasilnya,, jangankan naik yang ada malah kami terdorong ke belakang (untung ada batu ama rem tangan). kami pun memutuskan untuk beristirahat dulu di warung terdekat (50 meter depan mobil) untuk mencari jalan keluar.

Tak disangka2 di warung, Bistok mengenali seseorang. siapakah dia??? beliau adalah Pegawai ITB yang mengurusi beasiswa (saya lupa namanya, sebut saja pa bea). pa bea juga mengalami nasib yang sama dengan kami,, mobil avanza yang dia rental eh bawa untuk berwisata ke cipanas bersama keluarga berhenti karena kopling mobilnya habis. pertemuan yang tak direncanakan ini membawa kami ke dalam obrolan2 salah satunya mengenai osjur dan K3L.

“biasanya yang kenal saya itu mahasiswa2 xxx soalnya saya suka bantuin pa djaji (skrg pa brian) ngawasin osjur. klo elektro mah ga pernah bikin masalah. Wisuda juli kemaren aja HMx ama HMx juga klo ga ada saya ama pa djadi yang ngawasin mungkin udah rusuh lagi.”

“saya juga sebenernya kurang setuju ama cara2 K3L. kemaren aja itu acara OHU hampir aja ga diijinin sama K3L, selama 20 puluh tahun saya di ITB baru kali ini kejadian kaya gitu.”

ya itulah salah satu hal yang pa bea obrolkan ke kami. oh iya, mobil avanza pa bea sedang dibenerin di bengkel warga,, tau mobilnya sedang diperbaiki, kami pun kepikiran untuk meminta bengkel tersebut memperbaiki mobil kami (bintang maksudnya) juga. namun ternyata bengkel tersebut tidak sanggup karena mobil punya bintang, suzuki sx-4, onderdilnya jarang ditemui di daerah ini. mencari solusi akan masalah ini membuat kami bingung.

Jam 1 malam,, ada sedikit pencerahan untuk kami. polisi yang sedang patroli mendatangi kami untuk menanyakan kondisi mobil yang mogok. dia menawarkan kami untuk memanggil bengkel atau memanggil derek. ‘rapat dadakan’ pun dilakukan untuk menentukan apa yang akan kami lakukan dan keputusan kami serahkan sepenuhnya kepada Bintang sebagai pemilik mobil. diputuskanlah bahwa kami akan memanggil mobil derek. pas mau ngomong ke polisi, eh polisinya udah cabut. untung salah seorang warga yg dari awal kami mogok menemani kami (sebut saja aa baik) menawarakan untuk mengantarkan ke polisi tersebut dengan motor. Akhirnya bintang ditemani aa baik pergi ke polisi sedangkan sisanya menunggu di warung. setelah bintang kembali lagi ke warung kami pun menunggu di warung sampe mobil derek dateng.

Sembari menunggu, Bistok, Pedca, dan Bintang sudah tertidur dengan pulas sedangkan saya dan Ade masih terbangun dan berbincang-bincang dengan si aa baik dan seorang warga lagi (sebut saja aa bengkel). si aa bengkel cerita bahwa emang daerah ini sangat rawan kopling mobil. tiap hari libur dan lebaran pasti ada aja yang mogok. “klo lagi pada mudik atw arus balik de, saya bisa ampe ngebenerin 5-7 mobil perhari”. yah obrolan yang lumayan panjang sampe si aa bengkel pamit pulang saat waktu menunjukan jam 2 pagi. warung sudah semakin sepi saja, melihat kami yang kedinginan, si aa baik pergi ke rumahnya kemudian mengambilkan satu selimut agar kami tidak kedinginan (owhhh jadi terharu, baek banget ni orang).

Akhirnya yang ditunggu2 tiba, jam 3pagi mobil derek akhirnya tiba. pulang pulang pulang. bistok dan pedca naek mobil derek, sedangkan saya,ade, dan bintang naek mobil bintang. sungguh ini pertama kalinya saya naek mobil yang lagi diderek. perasaan tegang melanda di awal2 dan saat saya melihat ade, mulutnya sedang komat-kamit membaca doa. teringat sudah jam 3 pagi dan kami belum solat, kami pun memutuskan solat di mobil dengan bertayamum.. wow,, sungguh inilah pengalaman yang …

Jam 6 pagi kami sampai di bengkjel resmi suzuki, pertanda perjalanan kami (yang naek mobil) berakhir namun perjalanan agil dan zaki belum berakhir di bojonggambir. kami hanya berharap agil dan zaki mendapatkan informasi yang berguna agar perjalanan kami tidak sia-sia..

Makasi untuk semua yang terlibat dalam perjalanan ini…
————————————————————————————————————————-
inilah kisah survey ke-3 versi mobil. silahkan dibaca bila ingin klo ga mau baca juga ga masalah,, maaf kepanjangan..

It’s just the beginning

One thought on “Survey ke-3 : Bojonggambir (versi mobil)

  1. Trims……….. cerita petualangannya, saya lebih concen tentang hasil survey anda ke Desa Giri mukti. Sebagai orang Bandung yg beristrikan warga Kp sumarsana Desa Giri Mukti saya merasa prihatin dengan Kampung Mertua saya yang Belum teraliri listrik sampai hari ini, sejak menikah th 1997 sampai sekarang Kp Sumarsana + Suka bakti+Ciangsana dan beberapa Kp lainnya setiap malam Gelap Gulita. Mesjid, tempat pengajian nyaris seperti ngak ada kegiatan, pernah sy belikan Generator listrik, rumah terang tp ngak bisa tidur karena gaduh katanya, akhirnya mertua sy nekat memasang sambungan listrik PLN dengan Kondisi KWH meter disimpan dikampung tetangga, yang berjarat tidak kurang sekitar 1000 meter. Daya 450 Kwh dipakai beramai-ramai ( beberapa Rumah ) lumayan untuk sekedar menerangi sedikit ruangan dan jalan. Desa Giri mukti betul sangat mendambakan aliran listrik, perbaikan inpra struktur jalan. mudah-mudahan pengorbanan mertua saya yang merelakan tanahnya untuk relokasi warga leuwi leutak yang terkena longsor untuk mau pindah ke kampungnya tidak sia-sia ( tidak balik lagi ) karena Di kampung asalnya Leuwi letak mereka tidak kesulitan masalah listrik, karena mereka biasa menggunakan listrik Buatan sendiri ( Generator ) yang memangpa’atkan aliran sungai Cipatujah terima kasih atas perhatiannya dan ditunggu realisasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s