FGD bareng PLN

Cerita ini dimulai dari sms pedca yang berisi

FGD “Kondisi Kelistrikan Nasional terkait Peningkatan Kualitas Layanan Serta Implementasi Kebijakan yang Tepat oleh PLN”

selasa, 1 Juni 2010- 14.00 s/d 17.00 @Hotel Kedaton Bandung. mengundang 15 org Mahasiswa Bdg (u/ ITB 3 orang).

Penyelenggara PT PLN (persero)

dan sms berikutnya

Bisa ikut gak? Ngewakilin HME

Yah dipikir-pikir, KP belum mulai dan ga ada kerjaan juga jadi saya putuskan untuk ikut aja, lumayanlah siapa dapet ilmu baru. karena sms itu nyampenya H-1, langsung aja saya mencoba meminta masukan temen2 power ’07 di milis dan Alhamdulillah banyak banget masukan yang bisa dibawa untuk FGD tersebut.

Tidak bermaksud ingin telat namun apadaya tiba2 ada hambatan. saya harus mengurus peminjaman bel cerdas-cermat yg sempet ga jalan dan baru selesai setengah 2. berhubung ga tau hotel kedaton itu dimana,, saya minta anter pambudi (yang sebenarnya ga tau juga hotel kedaton itu dimana). Berhubung kami berdua ga tau itu tempat adalah sekitar 1 jam keliling dan tanya orang2 di pinggir jalan. wal hasil saya nyampe di hotel kedaton sekitar jam 14.45.

Telat hampir sejam, saya langsung mencoba mengikuti forum namun apa daya otak ini belum mampu dengan cepat menangkap jalannya forum. Forum diikuti oleh PLN (salah satunya GM Disjabar), Pimpinan2 bem Universitas di Bandung (UnPad, unikom, dll) dan ITB tentunya (Herry presiden dan saya sendiri),, total mahasiswa sekitar 15 orang.

Telat hampir sejam, saya langsung mencoba mengikuti jalannya forum namun apadaya otak ini belum mampu menangkap jalannya forum (yang memang alurnya ga jelas). saya baru bisa menangkap jalannya forum saat sesi kedua (tentu saja karena pada sesi ini yang paling banyak nanya saya,, hahaha…). Karena keterbatasan ingatan dan daya tangkap, tulisan ini masih banyak kekurangan..

Semoga bermanfaat…

Kondisi kelistrikan Nasional terkait Peningkatan Kualitas Layanan serta Implementasi Kebijakan yang Tepat oleh PLN

Topik yang diangkat pada forum ini ada 4 yaitu : kelistrikan nasional, Pelayanan PLN di Bandung, efisiensi, hemat listrik.

Isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) membuat banyak masyarakat resah karena dampak kenaikan tersebut dapat membuat masyarakat kecil menjadi susah. banyak yang salah kaprah bahwa yang menentukan kebijakan naik tidaknya TDL adalah PLN padahal PLN hanyalah sebagai pelaksana sedangkan penentu kebijakannya adalah pemerintah.

Dalam membuat suatu kebijakan energi, PLN memiliki dua induk yaitu BUMN dan ESDM. BUMN memerintahkan PLN untuk menunjukan kinerja yang terus membaik. kinerja yang terus membaik ini bisa dilihat dari sisi keuangan. kementrian ESDM memerintah PLN dari segi regulasi operasional.

Kenaikan TDL hanyalah isu kecil dari isu yang lebih besar lagi yaitu isu Energi. pendapatan PLN dari penjualan listrik pada tahun 2009 adalah 90 trilyun. bila TDL dinaikan menjadi 10 % berarti kentungan yang bisa didapat naik sebesar 9 trilyun. sedankan bila perubahan pembangkit berbahan bakar minyak menjadi gas bumi dapat menghemat biaya sampai 15 trilyun. ini berarti kenaikan TDL ini bukanlah satu-satunya solusi untuk mendapatkan keuntungan. dibalik itu semua, kenaikan TDL ini berperan untuk menjadikan bisnis listrik menjadi bisnis yang sehat. Bisnis bisa dikatakan sehat saat harga jual lebih besar dari biaya produksi. akibatnya investor untuk pembangunan pembangkit pun menjadi ragu dalam melakukan investasi.

kebutuhan energi meningkat jauh lebih pesat dibanding yang bisa disediakan oleh PLN. untuk mengatasi hal ini, PLN menjalankan program pembangunan pembangkit listrik baru sebesar 2 x 10.000 MW. namun apakah pembangunan pembangkit ini meupakan solusi yang tepat? Pembangunan pembangkit baru justru memunculkan masalah baru seperti isu lingkungan. selain itu dengan kondisi sifat manusia yang tidak pernah puas, kenaikan daya yang disiapkan oleh PLN mungkin saja tetap tidak cukup karena masyarakat masih boros dalam menggunakan energi.

Subsidi pemerintah kepada PLN semakin lama semakin membesar hal ini dikarenakan banyak pembangkit di Indonesia menggunakan bahan bakar minyak yang makin lama semakin mahal sedangkan harga jual listrik tetap. menyadari hal ini, kebijakan yang dilakukan adalah mengganti pembangkit-pembangkit berbahan bakar minyak dengan bahan bakar yang lain. dalam hal ini bahan bakar yang banyak digunakan sebagai pengganti adalah batu bara. batu bara dipilih karena harganya murah dan Indonesia memiliki cadangan batu bara yang banyak. namun perubahan tersebut tidaklah mudah dan perubahan teknologi pembangkit mahal. walaupun banyak yang menginginkan untuk meniadakan pembangkit berbahan baker minyak namun hal ini belum bisa dilakukan saat ini karena di beberapa daerah seperti Kalimantan ketergantungan akan minyak diesel belum bisa diganti oleh pembangkit lain.

Semua pembangkit, saluran transmisi, dan saluran distribusi harus dibangun dengan kapasitas yang sama dengan beban maksimum system ditambah margin aman tertentu. padahal beban (pemakaian listrik) maksimum di Indonesia hanya terjadi selama sekitar 3-4 jam setiap harinya. pemakaian ini bisa dilihat pada kurva beban (kurva pemakaian listrik dalam satu hari) dimana beban naik secara drastic sekitar jam 17.00 dan turun kembali sekitar jam 21.00 (beban puncak terjadi). hal ini menyebabkan lebih dari setengah pembangkt dan saluran transmisi yang dibangun sangat mahal harus menganggur setiap harinya (pada keadaan beban non puncak). keadaan ini bisa diilustrasikan seperti halnya angkot. misalnya saja jumlah penumpang angkot pada sekitar jam 6-9 sangat banyak sehingga semua angkot yang ada penuh dengan penumpang namun selain jam tersebut jumlah penumpang sedikit sehingga banyak angkot yang sedikit penumpang bahkan tidak ada penumpang. keadaan ini meruapakan salah satu penyebab kerugian PLN. Keadaan ini harus diubah mejadi  keadaan ideal dimana kurva beban rata sehingga semua pembangkit, saluran transmisi dan distribusi bisa menjadi efisien. beberapa cara untuk mengubah itu antara lain : teknologi penyimpan energi dan penghematan energi saat beban puncak. teknologi penyimpan energi yang saat ini adalah teknolgi pump storage generation dan baterai. penggunaan baterai masih mengalami kendala dimana kapasitas penyimpanan baterai jauh lebih kecil dibandingkan daya yang dibangkitkan.

Bila berkaca pada Brunei Darussalam, mereka memiliki pembangkit dengan kapasitas sekitar 400 MW sedangkan kapasitas yang terpakai hanyalah sekitar 200 MW ini berarti kapsitas yang ada hampir 2 kali lipat dari beban. kenapa Indonesia tidak melakukan hal yang sama? Tentu saja hal ini yang diinginkan namun kondisi di Indonesia membuat keadaan ini sulit untuk dicapai (tentu saja membuat pembangkit dengan total kapasitas  20000MW tak semudah membuat pembangkit dengan kapasitas 200MW)

Dari masalah-masalah kelistrikan nasional, ada beberapa kebijakan yang bisa dilakukan oleh PLN antara lain penambahan pembangkit, distributed generation, sosialisasi ke masyarakat, desa mandiri energi, dll. penambahan pembangkit sedang coba dilakukan dengan program pembangunan pembangkit 2 x 10.000 MW yang sekarang ini sedang berjalan. distributed generation sudah mulai dilakukan PLN dengan membeli PLTMH (pembangkit listrik tenaga mikrohydro) milik swasta. dalam pembangunan desa mandiri energi, PLN bekerjasama dengan pihak lain seperti perguruan tinggi (contoh : PLN bekerjasama dengan UNPAD untuk mengembangkan biogass pada beberapa desa yang merupakan kegiatan KKN). sosialisasi kepada masyarakat sedang dilakukan terutama masalah penghematan. sebenarnya masyarakat mau melakukan penghematan namun mereka tidak tahu caranya.penghematan ini walaupun masih sedikit namun bisa berdampak besar.

Ada beberapa terobosan yang saat ini sedang dilakukan PLN antara lain : berusaha melakukan penghematan, meningkatkan program peningkatan pelayanan masyarakat, menurunkan biaya produksi, dll. Selain itu tidak tertutup kemungkinan akan adanya “ASEAN GRID” antara Indonesia dan Malaysia. tentu hal ini dalam konteks untuk kondisi yang lebih baik. Beban puncak malaysia terjadi pada siang hari dan pada malam hari rendah sedangkan beban puncak di Indonesia terjadi pada malam hari dan siang hari rendah. asean grid ini dapat membantu meratakan kurva beban.

2 thoughts on “FGD bareng PLN

  1. hai kharis, is power your passion? i’d like to read articles about power through the eyes that love it in the easiest languange that can be understood even by a fifth grader. that’s only if you like to write one.

    this is only because I think that it’s nice to know why people love and be so passionate at what they are studying. And also what their dreams are through the subject that their studying. again that’s only if you like to write one.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s